DAFTAR TULISAN

Halo, Kamu siapa?

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

first Victory

Bercerita mengenai kemenangan, tak akan jauh – jauh dari surat ini: Al-Fath, yang artinya.. ya! ’Kemenangan’, apa lagi, hehe. Dalam ayat pertamanya, kita akan langsung disambut dengan kalimat:

Innaa-Fatahnaa-laka-Fathan-Mubiinaa, ‘Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu Kemenangan yang Nyata’.

Ya kebayanglah, bahwa ayat ini pasti turun saat suatu kemenangan besar baru saja terjadi. Kalau diibaratkan Jokowi, mungkin ayat ini akan turun ketika pak presiden baru diumumkan memenangkan pemilu kali ya. (diumumkan menang, senang bersyukur, terus Allah ngasih selamat nurunin ayat ‘sungguh, kami telah memberikan padamu kemenangan yang nyata’, -ih tapi ga banget ngebandingin Rasulullah aku ama Jokowii, *hueks*-).

Nah, kalau boleh main tebak- tebakan, dari seluruh kisah perjalanan Sang Nabi, kira – kira di momen yang mana ayat ini akan Allah turunkan?

Aku mencoba menanyakan pertanyaan ini ke teman – teman sekoncer (em, for whom who may concern, koncer means kontrakan ceria, teman sekontrakan, red, orang – orang yang sedang sibuk T* hingga tak akan ada waktu mendengar aku bercerita).

Ada yang menjawab ‘Fathu Mekah dev!’,

saat Rasulullah dan kaum muslimin berhasil menaklukkan Mekkah? oh yess, siapa yang tidak akan berpikir ke arah sana?

But No! salah. –lalu di saat ini, Fathe mengambil kitab tafsir fi dzalalil Qurannya, lalu berkata,

‘di Hudaibiyah!’, haah, benar. itu jawabannya *kesel karena dia curang, pake contekan*. Sebenarnya –jika kalian cukup hapal cerita hidup sang Nabi- fakta ini akan terlihat cukup membingungkan, kenapa Allah menurunkan ayat mengenai ‘kemenangan yang nyata’ dimomen yang kelihatannya ga ada menang – menangnya sama sekali? Coba ya bayangin, ceritanya kaum muslimin lagi pundung gagal haji, ga dikasih masuk kota Mekkah ama kaum Quraisy, baru aja menandatangani perjanjian yang kelihatannya merugikan sekali, terus ga punya pilihan selain harus pulang balik ke Madinah. Ini semacam, kamu baru ngecek pengumuman penerimaan kerja (atau beasiswa) -setelah perjuangan yang begitu keras- dan kamu mendapat informasi bahwa kamu gagal, ga diterima dan terus Allah malah bilang “sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata’. Aneh bangeet gaa siiih? 😮

Oke, jadi untuk dapat memahami ayat ini dengan baik, kita harus mengulang kisah perjalanan sang nabi beberapa bulan sebelumnya, aku akan mencoba membawamu ke suatu masa pada secuplik peristiwa dalam sejarah, yang disebut..

Perang Khandaq-

Ini adalah masa ketika Perang Badar telah dimenangkan oleh kaum muslimin, dimana suku Quraisy mengalami kekalahan besar saat ini. Tapi tak lama setelah itu, mereka melakukan perang lainnya di Bukit Uhud, bernama perang Uhud, dan mereka, kaum Quraisy itu, menang kali ini, jadi seri kann!? Akan tetapi, orang – orang Quraisy ini merasa bahwa mereka tidak akan pernah tenang dengan kondisi ini : 50% menang, 50% kalah. Mereka udah capek perang – perang mulu dan mereka ingin mengakhiri ini semua dengan kemenangan mutlak, 100% menang! Jadi, mereka memutuskan untuk mengumpulkan seluruh suku yang ada di seantero jazirah Arab dan mengajak mereka untuk berkoalisi mengenyahkan Muhammad dan para pengikutnya. Mereka melobby orang – orang Arab itu, yang kalimatnya kira-kira seperti ini, “Dengar, saat ini kaum muslimin adalah musuh kami (saja). Tapi jika kalian tidak membantu kami saat ini untuk melawan mereka, mereka akan menjadi lebih kuat, dan berikutnya mereka akan mendatangi kalian, mereka juga akan menjadi musuh kalian di masa depan, dan saat itu terjadi, akan sudah terlambat untuk melakukan apapun. Jadi, jika kalian tetap ingin mempertahankan kehidupan kalian seperti saat ini, ayo bergabung dengan kami, bantu kami mengakhiri ini semua, bersama kita perangi mereka.” *bersama kita bisa, kayak slogan kampanye* dan.. Mereka setuju-

Kenapa suku-suku arab ini mau ya? aku pikir itu karena islam dan tarbiyahnya memaksa seseorang untuk berubah, menjadi yang terbaik dari diri mereka, contohnya saja, islam memaksa aku mengganti gaya berpakaian, gaya berbicara, goal hidup, menu makanan, dan banyak hal lainnya. meski berat pada awalnya dan berat pada prosesnya, tapi aku sadar itu semua baik untukku. Tapi kebanyakan manusia benci perubahan, pun bangsa Arab ini. Mereka sudah terlalu nyaman dalam kehidupan mereka, dan ketika Muhammad datang menyeru untuk mematuhi gaya hidup sesuai aturan Allah, mereka merasa terancam.

Dan begitulah, seperti kita ketahui cerita ini selanjutnya berakhir dengan suku – suku Arab, -yang sebelumnya bersikap netral, tidak punya urusan dan tidak membenci Islam,- akibat masalah ‘National Security’ ini memutuskan untuk ikut bergabung membentuk batalion besaar.., yang oleh Allah diabadikan dalam sebuah surah menggemparkan, Al-Ahzab, golongan yang bersekutu. Oh my-

Jadi ringkasnya, mereka semua –sebuah pasukan yang sangaat besar terdiri dari seluruh suku di arab digabungkan, semacam United Nation of Arab, mungkin (?)- memutuskan untuk bersatu memerangi kaum muslimin, dan alih – alih menunggu di sebuah medan perang, mereka memutuskan untuk menyerang langsung ke pusat kota Madinah dan membunuh semua manusia yang ada di sana. Selesai. Tidak akan ada lagi kaum muslimin di muka bumi. Begitu rencananya-

Disisi lain, saat ini kaum Yahudi (yang tinggal di dalam kota Madinah dan terikat dalam perjanjian damai dengan Rasulullah) juga membentuk kesepakatan rahasia dengan kaum Quraisy, mereka mengkhianati perjanjian dengan menjanjikan pada kaum Quraisy bahwa mereka akan menyerang kaum muslimin dari dalam kota disaat kaum muslimin terdesak. Oh, situasi ini menjadi sangat pelik, bayangkan, kaum muslimin dikepung dari berbagai sisi plus dari dalam kota mereka sendiri! Mereka diserang dari luar sekaligus dikhianati dari dalam. Bisa dibilang kondisi ini Skak-Mat, akhir dari segalanya, itung – itungan logisnya udah ga mungkin lagi selamatlah. Huks T.T

Allah menjelaskan betapa sungguh luar biasa mengerikannya situasi saat ini dalam surah al-ahzab ayat 10-11:

“Ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu, dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu berprasangka yang bukan – bukan terhadap Allah, disitulah diuji orang – orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang dahsyat.”

Ayat yang mengerikan. Menjelaskan bagaimana kengerian yang dirasakan oleh kaum muslimin di saat ini. Mata mereka membelalak panik ketakutan. Dan biasanya jika kamu merasa takut, perut kamu akan mulas, tapi kaum muslimin berada di tahap yang lebih dari perut mulas, hati mereka bergetar menyesak sampai ketenggorokan, karena takutnya. Dan seperti ketika kamu sedang dalam ketakutan yang maha dahsyat, pikiran – pikiran aneh pun mulai bermunculan, seperti ‘apa kita akan mati?’, ‘jangan – jangan semua akan berakhir disini’, ‘bagaimana mungkin kita akan selamat kalau udah gini’, sesuatu yang disebut Allah ‘prasangka yang bukan-bukan terhadap Allah’.

Lalu kita tahu kisah selanjutnya dari cerita ini, Salman al-Faritsi menyarankan ide briliannya, untuk membangun parit yang sangat dalam mengitari kota Madinah. Mungkin ‘parit’ kurang tepat untuk mendeskripsikan penggalian besar – besaran yang dilakukan oleh masyarakat seantero kota ini, emm.. ‘jurang’ sepertinya lebih mewakili. 

To be continued-

Posted in Uncategorized | Leave a comment

What is Victory

Setiap orang pasti memiliki definisi mereka sendiri mengenai makna kemenangan -atau sebut saja kesuksesan-. Sukses artinya bisa jadi memiliki rumah yang nyaman, mobil yang bagus, kuliah di luar negeri, cum laude, wisuda, juara kelas, menang lomba, menikah, punya profesi bergengsi, punya saham besar, dan ah, (kalian hampir mati bosan?) aku bisa menyebut banyak sekali hal lainnya, bahkan berhasil membuat bihun-tofu dengan jahe malam ini terlihat seperti keberhasilan besar buatku, dan nah! ,akhirnya berhasil melakukan dive off dari balok start kolam renang -setelah dadaku sakit akibat berkali-kali melakukan teknik yang salah- terasa sangaat membahagiakan *o*. (emm, oke, mungkin menurut kalian biasa aja, tapi percayalah, aku benar-benar berjuang untuk hal satu ini. 2 kali seminggu *bahkan pernah 3 kali* rutin ke kolam renang berlatih melakukan hal yang sama berulang – ulang! Lompat – Dada kebentur air akibat kepala kurang tunduk atau akibat kaki kurang lurus, atau lupa mengambil napas, atau apalah – Berenang ke tepi – Naik – Ambil posisi – Repeat! Kurang rajin apaaa :o).

Eh, tapi tenang aja, aku benar – benar tidak masalah jika kalian menganggap hal itu biasa saja, keberhasilan menurutku belum tentu sesuatu yang hebat bagi kalian, pun sebaliknya, and its okay . Lingkungan, termasuk orang – orang dan seluruh media di sekitar kita turut berperan membentuk perspektif kita terhadap definisi kemenangan, yang terkadang menjadi bias. Ya, bias. Terkadang kita berakhir mengejar suatu kesuksesan yang ternyata bukan kesuksesan. (setelah aku pikir – pikir, ntah apa juga gunanya bisa lompat dengan teknik yang benar sesuai standar international dari balok start kolam renang, toh aku ga bakal mungkin jadi atlet juga. yah tapi ga bisa dipungkiri rasanya menyenangkan punya sesuatu yang membuat pikiranmu antusias di tengah – tengah tekanan menuju siding TA ini).

Dan tentu saja Allah Yang Maha Benar memiliki definisi mutlakNya mengenai arti kesuksesan, sebuah makna kemenangan sejati, sebuah konsep yang rasanya penting sekali untuk kita pahami, karena dengan mengerti makna kemenangan melaui perspektif yang benar, seperti memberikan kacamata pada orang yang rabun. Like a Crystal Clear! Mengerti konsep kemenangan langsung dari Allah akan turut mengubah cara kita melihat dan menjalani kehidupan di dunia. Hingga kita bisa dapat melihat dengan jelas. Karena jika punya rumah yang bagus dan kendaraan yang cepat adalah parameter kesuksesan, Firaun memiliki itu semua, dan Ibrahim as, sebaliknya, bisa disebut gelandangan. Padahal, Nabi Ibrahim adalah salah satu manusia tersukses sepanjang sejarah kehidupan manusia, dan Firaun salah seorang yang gagal dan terhina. Lah,terus gimana dong, pusing ga sih, makna kesuksesan itu apa?

Dan hal itu yang ingin sekali aku ceritakan malam ini.. dan soal bercerita ini, aku ingin cuhat sedikit. Emm, aku senang sekali bercerita, terutama setelah membaca, menonton, atau mengalami sesuatu yang hebat. Bercerita terkadang terasa seperti kebutuhan buatku, itu rasanya seperti.. ‘errgh, aku harus menceritakan ini ke seseorang!’ atau ‘huaaa, dunia harus tauuu!’.
Tapi sedihnyaa, saat ini, kanan-kiri ku sedang sibuk mengejar target – target mereka, sebut saja T*, (sebenarnya aku juga, tapi berhubung draft udah keprint, aku merasa punya ‘sedikit’ waktu luang untuk menulis ini, semoga tidak lama) dan.. bercerita tanpa pendengar, ohh.. I’m dying, really..

Oleh karena itu, aku berpikir mengapa tidak menuliskannya saja, terserah mau ada yang baca atau nggak, yang penting keinginan bercerita aku tersalurkan sudah, huahaha. So, here I am.. akan bercerita mengenai kemenangan sejati, sebuah insight yang aku dapat dari sebuah video sejam di youtube (yang menurut aku sooo amazing ❤ !!), sourcenya akan aku kasi di akhir tulisan, insyaallah.

To be continued-
Next title: first Victory

Posted in Uncategorized | Leave a comment

What is Victory

Setiap orang pasti memiliki definisi mereka sendiri mengenai makna kemenangan -atau sebut saja kesuksesan-. Sukses artinya bisa jadi memiliki rumah yang nyaman, mobil yang bagus, kuliah di luar negeri, cum laude, wisuda, juara kelas, menang lomba, menikah, punya profesi bergengsi, punya saham besar, dan ah, (kalian hampir mati bosan?) aku bisa menyebut banyak sekali hal lainnya, bahkan berhasil membuat bihun-tofu dengan jahe malam ini terlihat seperti keberhasilan besar buatku, dan nah! ,akhirnya berhasil melakukan dive off dari balok start kolam renang -setelah dadaku sakit akibat berkali-kali melakukan teknik yang salah- terasa sangaat membahagiakan *o*. (emm, oke, mungkin menurut kalian biasa aja, tapi percayalah, aku benar-benar berjuang untuk hal satu ini. 2 kali seminggu *bahkan pernah 3 kali* rutin ke kolam renang berlatih melakukan hal yang sama berulang – ulang! Lompat – Dada kebentur air akibat kepala kurang tunduk atau akibat kaki kurang lurus, atau lupa mengambil napas, atau apalah – Berenang ke tepi – Naik – Ambil posisi – Repeat! Kurang rajin apaaa :o).

Eh, tapi tenang aja, aku benar – benar tidak masalah jika kalian menganggap hal itu biasa saja, keberhasilan menurutku belum tentu sesuatu yang hebat bagi kalian, pun sebaliknya, and its okay . Lingkungan, termasuk orang – orang dan seluruh media di sekitar kita turut berperan membentuk perspektif kita terhadap definisi kemenangan, yang terkadang menjadi bias. Ya, bias. Terkadang kita berakhir mengejar suatu kesuksesan yang ternyata bukan kesuksesan. (setelah aku pikir – pikir, ntah apa juga gunanya bisa lompat dengan teknik yang benar sesuai standar international dari balok start kolam renang, toh aku ga bakal mungkin jadi atlet juga. yah tapi ga bisa dipungkiri rasanya menyenangkan punya sesuatu yang membuat pikiranmu antusias di tengah – tengah tekanan menuju siding TA ini).

Dan tentu saja Allah Yang Maha Benar memiliki definisi mutlakNya mengenai arti kesuksesan, sebuah makna kemenangan sejati, sebuah konsep yang rasanya penting sekali untuk kita pahami, karena dengan mengerti makna kemenangan melaui perspektif yang benar, seperti memberikan kacamata pada orang yang rabun. Like a Crystal Clear! Mengerti konsep kemenangan langsung dari Allah akan turut mengubah cara kita melihat dan menjalani kehidupan di dunia. Hingga kita bisa dapat melihat dengan jelas. Karena jika punya rumah yang bagus dan kendaraan yang cepat adalah parameter kesuksesan, Firaun memiliki itu semua, dan Ibrahim as, sebaliknya, bisa disebut gelandangan. Padahal, Nabi Ibrahim adalah salah satu manusia tersukses sepanjang sejarah kehidupan manusia, dan Firaun salah seorang yang gagal dan terhina. Lah,terus gimana dong, pusing ga sih, makna kesuksesan itu apa?

Dan hal itu yang ingin sekali aku ceritakan malam ini.. dan soal bercerita ini, aku ingin cuhat sedikit. Emm, aku senang sekali bercerita, terutama setelah membaca, menonton, atau mengalami sesuatu yang hebat. Bercerita terkadang terasa seperti kebutuhan buatku, itu rasanya seperti.. ‘errgh, aku harus menceritakan ini ke seseorang!’ atau ‘huaaa, dunia harus tauuu!’.
Tapi sedihnyaa, saat ini, kanan-kiri ku sedang sibuk mengejar target – target mereka, sebut saja T*, (sebenarnya aku juga, tapi berhubung draft udah keprint, aku merasa punya ‘sedikit’ waktu luang untuk menulis ini, semoga tidak lama) dan.. bercerita tanpa pendengar, ohh.. I’m dying, really..

Oleh karena itu, aku berpikir mengapa tidak menuliskannya saja, terserah mau ada yang baca atau nggak, yang penting keinginan bercerita aku tersalurkan sudah, huahaha. So, here I am.. akan bercerita mengenai kemenangan sejati, sebuah insight yang aku dapat dari sebuah video sejam di youtube (yang menurut aku sooo amazing <3 !!), sourcenya akan aku kasi di akhir tulisan, insyaallah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Books worth reading this holiday, recommended by Bill Gates, Susan Cain and more…

jejak

ideas.ted.com

At the end of 2014, find repose by exciting the mind. Some of the world’s leading thinkers offer the books that inspired them and their work. Skim the list for your favorite speakers, or get nerdy on a topic you’ve always wanted to know more about. Below find 52 books, recommended by TED speakers.

Creativity

Creative Confidence, by Tom Kelley and David Kelley
Crown Business, 2013
Recommended by: Tim Brown (TED Talk: Designers — think big!)
“‘Creative confidence’ is the creative mindset that goes along with design thinking’s creative skill set.”
See more of Tim Brown’s favorite books.

Creating Minds, by Howard Gardner
Basic Books, 2011
Recommended by: Roselinde Torres (TED Talk: What it takes to be a great leader)
“Gardner’s book was first published more than twenty years ago, but its insights into the creative process — told through the stories of seven remarkable…

View original post 3,639 more words

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Lelucon tingkat tinggi

Ini tentang canda.

Tidak lama sampai aku menyadari, teman – teman sejurusanku hobi sekali bercanda, sampai -sampai aku sempat berpikir bahwa proses seleksi masuk FT memiliki standar tingkat sense becanda tertentu, karena hampir semua mereka terlihat seperti pelawak di mataku.

Lalu di suatu hari kami mendengar pesan itu,

“kujanjikan sebuah rumah di surga bagian tengah untuk mereka yang tidak berdusta meski saat bercanda” , Rasulullah yang mengatakannya.

Oke, ini sulit sekali. Selalu menyenangkan rasanya bisa bercanda, dan membuat orang lain tertawa tergelak atau sekedar berada di sana,sekedar mendengarkan, diantara tawa -tawa itu.

Tidak berbohong mungkin mudah saja, tapi tidak berbohong disaat bercanda, ah, ayolah, kan, ini hanya bercanda.. Apa lucunya jika tanpa sedikit kebohongan.

Tapi hadits nabi tetap hadits nabi, dan kalimat ‘ mereka yg tidak berdusta meski saat bercanda’ yang literally, dan tidak ada area untuk ngeles, sepertinya terdengar seperti tantangan besar.

‘Bukannya kita dilarang untuk bercanda, kita hanya ditantang untuk bercanda tanpa berdusta, ‘ tekad mereka yang terbaca olehku, ‘kita tetap bisa menjadi orang yang menyenangkan dan mengundang tawa, kita harus tetap bisa bercanda dengan kocak, membuat orang – orang tertawa, meski tanpa berdusta’

Beberapa dari mereka di lab medik, memulainya dengan menerapkan hukuman kecil untuk membentuk kebiasaan itu, karena berdusta dalam becanda sudah menjadi kebiasaan, dibutuhkan tekad dan kebiasaan baru secara perlahan untuk bisa mengubahnya, maka aturan itu pun terciptalah

“siapa yang kedapatan berbohong (meski bercanda) di ruangan ini, wajib bayar gopek”

Kalian pikir mudah ? Awalnya aku pun berpikir begitu, hingga ketika aku datang berkunjung.,

“kamu tau pancake durian, dev?”

” tau lah, sejak bayi aku udah makan itu”

“Gopek dev :D”

Atau..

“Dev, kosan teh lintang deket ga dari kontrakan kamu ? ”

“Deket, deket banget, kepleset nyampe”

“Gopek”

Ah, yang benar saja, ternyata ini tak semudah itu, awalnya aku pikir gampang saja mendapatkan hadiah rumah di tengah-tengah

Lalu di hari lain, secara random, berawal dari tawaran Diinqi untuk menghadiahkan masakan buatannya dalam rangka syukuran kelulusannya yang baru saja, pergilah kami, berdelapan, berwisata menuju suatu tempat yang konon bernama Rusun Bambu.

Di tengah perjalanan, di dalam mobil, aku mendadak tertawa geli, ketika secara tiba-tiba memori tentang kelakuan Rasulullah melintas di benakku,

“Kalian mau dengar suatu cerita ?” Tanyaku, “ini tentang lelucon tingkat tinggi” ,

mereka hening, mencoba menyimak.
“Ini kisah populer, mungkin kalian sudah sering mendengarnya, tapi ntah kenapa menjadi kocak sekali rasanya ketika aku mendengarnya tadi malam” jelasku.

“Hari itu, seorang nenek tua mendatangi Rasulullah”, aku memulai ceritaku “lalu dia bertanya kepada Rasulullah tentang probabilitas dia masuk surga. Tidak langsung menjawab, Rasulullah justru berkata, ’emm, nek, udah ada yang pernah bilang ini belum yaa..

Tidak ada nenek – nenek di surga’

mendengar itu, si nenek sedih dan terpukul, ia menangis, putus asa, dia pun beranjak. Ketika melihat si nenek bergerak pergi, Rasulullah buru-buru menghentikannya, “Di surga yang tinggal hanya remaja. Orang yang sudah tua di dunia akan kembali jadi muda saat berada di surga.” Lanjut Rasulullah menyelesaikan kalimatnya. Hahaha.

lalu si nenek pun bahagialah.. ” kataku, mengakhiri kisah itu.

“Gitu, lelucon tingkat tinggi,” simpulku “tanpa dusta”

“Wah, ternyata gitu ya” kata salah seorang dari mereka. “Berarti selama ini kita belum ada apa-apanya”, “iya,” sambung yang lain, “harusnya sampe nangis”.

*eek

“Wah keren sih, Rasulullah, ampe bikin nenek-nenek nangis. Kita juga harus bisa nih. Lelucon kita masih rendahan. emm.. Gimana ya..coba kita latihan, harus meyakinkan banget,

ampe nangis! ”

Lalu pembicaraan pun berlanjut, tentang ide-ide lelucon luar biasa yang tanpa dusta, tapi sangat mengena. Harus.

-___-”

Aku hanya terdiam di jok belakang,

Pliis ..
Ah, Allah, aku berlepas tangan dengan kesimpulan dan daya imaji serta tingginya sens humor mereka, gimanapun mereka adalah hambaMu -_____-

Dasar efte!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

My Beloved

There was a time in my youth,
When Islam was only a custom.
They said “say La IIaha IIIa Allah,..
And pray, you’ll go to heaven.

Ah, how simple, no struggle in this,
Just a word, and simple act.
Thereafter I’m absorbed in this world again,
With my ‘assured’ place in Paradise intact.

But this was not to be my fate
For Allah chose to guide my heart.
I learnt of a man who struggled so hard
When his mission was from the start.

The story of someone who had morals,
Spoke gently, kindness he knew.
Never fearing to say what’s right,
His conviction in Islam was true.

The touch of his hand was as soft as silk
To comfort a crying child.
To mend his clothes, or do the chores,
Never complaining, he always smiled.

A living he made with his bare hands,
The same that held his mighty sword.
Valour shone from the edge of his blade,

His smell was always of musk,
And cleanliness he kept at his best.
Stark contrast with the heroes of today,
Who stink of beer and sweat.

He held the hands of his companions.
Unashamed to play with many children.
So modest, so humble, a perfect example,
That strangers could not recognise him.

His eyes slept little for nights were precious,
His prayers he treasured much greater.
To pray Tahajjud in the depths of night,
Seeking forgiveness, and nearness to his Creator.

He broke his tooth for me at Uhud,
And bled for me at Ta’if.
He cried for me, tears of concern,
Just so I could have this belief.

His enemies admired his teachings,
Uniting every religion, every clan.
Till Islam came to every corner of the world,
O, but indeed he was only a man.

To own a house, or build his wealth
Was not his main priority.
To establish ISLAM was more essential,
To bring us under a Higher Authority.

Don’t you want him to plea for your case,
When before Allah-The Judge-you stand?
Don’t you wish to be around his fountain,
A burning desire to drink from his hand?

So I love him more than all creation,
My Leader, my Humble Prophet.
Muhammad (saw) was a mercy to all mankind,
And to me, he is

My Beloved !

WRITTEN BY
Ahmed M Hashim

Posted in Uncategorized | Leave a comment